Asal Usul Jakarta

Asal Usul JakartaJakarta adalah ibu kota dari negara kita Indonesia. Kota metropolitan ini yaitu hanya satu kota di Indonesia yang memilikistatus tingkat propinsi. Jakartamemiliki luas sekitaran 661, 52 km² (lautan : 6. 977, 5 km²), dengan masyarakat sejumlah 9. 607. 787 jiwa (2010). Lokasi metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitaran 28 juta jiwa, adalah metropolitan paling besar di Indonesia atau urutan ke enam dunia.

Histori Asal Usul Kota Jakarta berawal dari satu bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitaran 500 th. silam. Sepanjang beratus-ratus tahun lalu kota bandar ini berkembang jadi pusat perdagangan internasio-nal yang ramai.

Penjelasan Sejarah

Pengetahuan awal tentang Jakarta terkumpul sedikit lewat beragam prasasti yang diketemukan di lokasi bandar itu. Info tentang kota Jakarta s/d awal kehadiran beberapa penjelajah Eropa bisa disebutkan amat sedikit. bagi anda yang kesulitan menemukan tempat yang bagus untuk dikunjungi di jakarta, anda dapat meminta bantuan dari jakarta tour guides yang akan membantu anda berkunjung ke tempat-tempat yang menarik di jakarta.

Laporan beberapa penulis Eropa era ke-16 mengatakan satu kota bernama Kalapa, yang nampaknya jadi bandar paling utama untuk satu kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terdapat sekitaran 40 km. di pedalaman, dekat dengan kota Bogor saat ini. Bangsa Portugis adalah rombongan besar beberapa orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini lalu terserang oleh seseorang muda umur, bernama Fatahillah, dari satu kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa.

Fatahillah merubah nama Sunda Kalapa jadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal berikut yang saat ini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Beberapa orang Belanda datang pada akhir era ke-16 serta lalu kuasai Jayakarta.

Nama Jayakarta ditukar jadi Batavia. Kondisi alam Batavia yang berawa-rawa serupa dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka juga bangun kanal-kanal membuat perlindungan Batavia dari ancaman banjir. Aktivitas pemerintahan kota dipusatkan di sekitaran lapangan yang terdapat sekitaran 500 mtr. dari bandar.

Mereka bangun balai kota yang anggun, yang disebut kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Makin lama kota Batavia berkembang ke arah selatan. Perkembangan yang cepat menyebabkan kondisi lilngkungan cepat rusak, hingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat aktivitas pemerintahan ke lokasi yang lebih tinggi letaknya. Lokasi ini diberi nama Weltevreden.

MENGAMATI kota Jakarta seperti membaca catatan panjang yang merekam beragam peristiwa saat lantas. Beragam bangunan serta lingkungan di Jakarta menaruh jejak-jejak perjalanan orang-orangnya, bagaimana mereka berlaku hadapi tantangan jamannya, penuhi keperluan hidupnya serta beradaptasi dengan lingkungannya. Ia menaruh suka-duka serta pahit-manisnya perubahan, dimana kita bisa menyerap pelajaran yang bernilai.

Jakarta, Ibukota Republik Indonesia, mempunyai banyak rekaman histori. Diantaranya berbentuk bangunan ataupun lingkungan. Di dalamnya tercermin usaha orang-orang saat lantas dalam bangun kotanya yang tidak luput dari beragam permasalahan dari jaman ke jaman.

“Jika kita melihat kota Jakarta saat ini, mungkin saja susah terbayang kalau beberapa ribu th. waktu lalu lokasi ini masihlah baru terbentuk dari endapan lumpur sungai-sungai yang mengalir ke Jakarta. Umpamanya Kali Ciliwung, Kali Angke, Kali Marunda, Kali Cisadane, Kali Besar, Kali Bekasi serta Kali Citarum. Umur dataran Jakarta saat ini diprediksikan 500 th. berdasar pada geomorfologi, pengetahuan susunan tanah.

Endapan ini membuat dataran dengan alur-alur sungai yang mirip kipas. Dataran ini sesudah mantap lama kelamaan ditempati orang serta terbentuklah kelompok-kelompok pemukiman, dimana satu diantaranya lalu berkembang jadi pelabuhan besar, ” kata Muhammad Isa Ansyari SS, Sejarawan Terpenting di Dinas Kebudayaan serta Permuseuman Pemda DKI Jakarta. banyak orang yang menanyakan tempat yang bagus dan menarik di kunjungi di jakara dimana, sebenarnya sangat mudah untuk menemukan jawaban itu, anda dapat meminta bantuan dari jakarta local guide yang akan membantu anda dalam menemukan tempat terbaik yang akan di jadikan tempat menarik.

Ia menjelaskan, kota Jakarta adalah kota yang berkembang dengan cepat mulai sejak memperoleh peran sebagai Ibukota Rl. Perubahan itu dikarenakan oleh beberapa aspek sosial, ekonomi serta budaya yang sama-sama merajut keduanya.

Berawal dari satu lingkungan pemukiman kecil dengan aktivitas hidup terbatas, serta lalu berkembang jadi lingkungan pemukiman megapolitan dengan beragam aktivitas yang amatkompleks. Dalam paparan histori pertumbuhannya, dimana pemerintah kotanya silih bertukar serta keadaan orang-orangnya begitu majemuk, baik dari suku bangsa, ras serta agama tersebut beragam segi kehidupannya, warga kotanya tetaplah bangun tempat bermukim serta berkehidupan mereka sesuai sama kekuatan dana, daya serta tehnologi yang mereka punyai.

Histori Kota Jakarta

Peta Batavia th. 1897, Muhammad Isa Ansyari SS mengungkap histori kota Jakarta diawali dengan terbentuknya satu pemukiman di muara Ciliwung. Menurut berita Kerajaan Portugal pada awal era ke-15, pemukiman itu bernama ” Kalapa ” serta adalah satu Bandar utama dibawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran, yang pusatnya pada saat itu ada di Kota Bogor.

” Di Kerajaan Pajajaran, Bogor, itu saat ini masihlah ada prasasti peninggalan era ke-16. Nama prasasti itu ” Sato Catat “, peninggalan Rahyang Niskala Watu Kencana, Tetapi oleh orang Eropa Bandar itu lebih di kenal dengan nama Sunda Kalapa, lantaran ada dibawah kekuasaan Sunda, ” kata Muhammad Isa Ansyari SS.

Dalam histori, tutur Sejarawan Terpenting Dinas Kebudayaan serta Permuseuman Pemda OKI Jakarta itu, Bandar Malaka dikalahkan Kerajaan Portugal pada 1511. Maksud Portugal saat itu yaitu mencari jalur laut untuk meraih kepulauan Maluku, sumber rempah-rempah. Jadi pada 1522 mendaratlah kapal utusan dari Malaka dibawah pimpinan Francesco De Sa.

Menurut laporan Francesco De Sa berlangsung perundingan dengan pemuka Bandar Kalapa yang ada dibawah kekuasaan Raja Sunda yang beragama Hindu.

Disamping itu di Jawa Tengan dengan surutnya Kerajaan Majapahit berkembanglah Kerajaan Islam di Demak. Kerajaan Islam itu lalu menyerang Kerajaan Sunda di Jawa Barat mencakup Cirebon, Banten, Kalapa dan sebagainya. Mengingat kurangnya sumber-sumber asli Jawa Tengah tnengenai momen itu, jadi kita sangat terpaksa berpaling pada berita Kerajaan Portugal yang selanjutnya tak saja berlabuh di Maluku namun juga Kerajaan Portugal ini merapatdi Timor Timur, menyebutkan kalau pada 1526-1527 satu armada Portugal sudah berkunjung ke Sunda Kalapa untuk memenuni perfanjian th. 1522.

” Nyatanya mereka belum tahu kalau sudah berlangsung pergantian kekuasaan dari Kerajaan Pajajaran ke Kerajaan Banten, yaltu beberapa orang dari Jawa Tengah yang beragama Islam. Ivlenurut berita yang mereka bisa, nama Pangtima yang didapatkan yaitu Falatehan, sebutan mereka untuk nama Fatahillah, ” tutur Muhammad Isa Ansyari SS.

Saat Prasejarah

Di sebagian tempat di Jakarta seperti Pasar Minggu, Pasar Rebo, Jatinegara, Karet, Kebayoran, Kebon Sirih, Kebon Nanas, Cawang, Kebon Pala, Rawa Belong, Rawa Lefe, Rawa Bangke, diketemukan benda-benda pra histori seperti kapak, beliung, gurdi, serta pahat dari batu. Alat-alat itu datang dari jaman batu atau jaman neolitikum pada th. 1000 SM. Jadi, pada saat itu telah ada kehidupan manusia di Jakarta.

” Serta seperti daerah latnnya, di Jakarta juga diketemukan prasasti. Prasasti Tugu diketemukan di Cilineing. Prasasti itu sarat info mengenai Kerajaan Tarumanegara dengan Raja Purnawarman. Menurut prasasti itu, Jakarta adalah lokasi Kerajaan Tarumanegara, kerajaan tertua di Puiau Jawa, di samping Bogor, Banten, Bekasi hingga Citarum di samping timur serta Giaruten, ” kata Muhammad isa Ansyari SS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *