Panduan Penggunaan Scaffolding

Panduan Penggunaan Scaffolding

Scaffolding merupakan alat yang umum digunakan untuk membantu pekerja dalam menyusun suatu bangunan, baik berfungsi sebagai penahan ataupun akses pada area tertentu saat membangun. Bila anda sering menggunakan scaffolding sebaiknya simak tips tips agar aman menggunakan scaffolding, karena faktor keselamatan kerja merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan.

 

Syarat Penggunaan Scaffolding yang aman :

  • Material untuk perancah harus kuat dan bersih dari bahan bahan yang licin seperti grease, oli.
  • Rangka, lantai kerja, tangga naik, lantai dasar scaffolding, harus bersih dari minyak, gemuk, lumpur dan bahan-bahan lain yang bisa membahayakan penggunanya
  • Perancah yang kondisinya tidak prima seperti bengkok atau doyong atau karatan sebaiknya tidak digunakan.
  • Untuk perancah dari jenis yang bisa dipindahkan (mobile scaffolds) yang memiliki roda kecil pada empat sudutnya sebelum digunakan harus dicek kalau keempat rodanya benar-benar terkunci.
  • Jangan menggabungkan bagian-bagian dari scaffolding dari produsen yang berbeda.
  • dari sisi keselamatan selalu gunakan alat safety saat bekerja. anda dapat menemukan di toko sepatu safety di tempat anda tinggal.
  • Untuk bekerja di ketinggian lebih dari 10 meter, perancah yang digunakan harus dalam kondisi yang sangat baik. Hal ini penting terutama untuk konstruksi utama seperti pembangunan tangki dan sebagainya.
  • Scaffolding harus diletakkan pada pondasi yang kuat dan rata. Tanah atau pondasinya harus mampu menahan berat scaffolding dan berbagai baban yang akan diletakkan diatasnya. Hati-hati pada rongga-rongga kosong seperti ruang bawah tanah atau timbunan tanah lembek, yang menyebabkan anjungan dapat roboh apabila memperoleh beban. Berikan pendukung tambahan apabila diperlukan.
  • Papan-papan di scaffolding didukung penuh dan tidak menggantung.
  • Papan (planks) harus menutup minimum 3/4 bagian dari luas lantai kerja, dan terkait kuat pada struktur perancah. Papan harus kuat dengan ketebalan minimum 1 inchi. Menggunakan papan yang rapuh dan retak tidak dibenarkan.
  • Scaffolding harus mampu menahan beban yang akan diletakkan diatasnya. Scaffolding biasanya tidak didesain untuk memikul beban berat diatas anjungan kerjanya.
  • Scaffolding didesain, di bangun, dirubah dan dibongkar oleh petugas yang ahli dan di pimpin oleh supervisor yang ahli.
  • Scaffolding dipelihara sesuai dengan petunjuk dari produsennya dan standard industri.
  • Bagian-bagian dari scaffolding yang rusak atau lemah harus segera diperbaiki atau diganti.
  • Jangan menggunakan kotak, drum, batu bata, atau balok beton untuk mengganjal atau mendukung scaffolding
  • Scaffolding meletakkannya harus datar ditahan atau diikat pada suatu struktur permanen atau lainnya yang stabil. Rangka ini akan stabil apabila ditahan dan ditegakkan dengan baik. Letakkan penghubung rangka pada tempatnya saat scaffolding ditegakkan.
  • Lebar scaffolding, lantai kerja, harus cukup untuk bekerja dan meletakkan bahan-bahan. Lebarnya jangan kurang dari 46 cm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *